Into the best I am..

Time goes so fast. And now i’m here, in the capital city of Indonesia. Many things happened, both of happiness and sadness moment. But yes, i’m truly believe that everything in my life should be there to form me into the best i am. I learned many things, and yes i’m still learning, and surely i have to always learn. Since i’m getting older, i want to write down my little experiences…

Let’s vote for a better Indonesia!

Setelah sekian lama menyimak kondisi menjelang pemilihan presiden pada tanggal 9 Juli 2014 besok, rasanya saya sampai pada titik ingin membuka suara. Bukan menyuarakan untuk memilih kandidat calon presiden tertentu, tetapi lebih kepada ajakan untuk membuka pikiran dan hati rekan-rekan semua dalam memilih pemimpin Indonesia 5 tahun ke depan.
Marak sekali black campaign, negative campaign bahkan pembunuhan karakter yang terjadi di berbagai media. Saya pribadi merasa kesulitan ketika mencari data atau fakta yang benar. Karena pemilik media masa pun banyak yang tidak netral dan memihak salah satu kandidat capres. Katakanlah ketika ada informasi yang benar di satu kubu, kemudian, dikatakan fitnah oleh kubu lainnya begitupun sebaliknya. Namun bagaimana jika yang dikatakan kubu lain itu adalah kebenaran padahal kita sudah memihak pada kubu satunya?.
Saya sendiri sangat sedih ketika banyak orang bahkan sekaliber trainer atau public figure bersikap amat fanatik terhadap calon presiden pilihannya dan mengabaikan kebenaran itu sendiri, bersikap sangat subjektif dan mencela calon presiden lainnya. Bukankah Allah SWT menyuruh kita untuk selalu berkata yang benar dan tidak mencela kaum yang lain:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar” (QS. 33:70)
“…Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)… (QS. 49:11).
“…Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian dari kamu menggunjing sebagian yang lain…” (QS. 49:12)

Dengan demikian, kita dituntut untuk membaca, mendengar, menganalisis, kemudian memutuskan mana informasi yang benar. Tidak lupa juga berdoa kepada yang Maha Benar supaya kita dibimbing untuk memilih pemimpin yang baik. Jujur, saya sebenarnya diliputi kekhawatiran dalam memilih karena ketidaktahuan dan keterbatasan saya. Saya khawatir memilih pemimpin yang dzalim dan tiran. Namun, kita semua diberikan akal untuk berfikir bukan?. Dan saya yakin ketika manusia membuat tipu daya, Allah pun membuat rencana yang lebih hebat (QS. 86:15-16).
Saya menyadari bahwa masing-masing dari calon presiden memiliki kekurangan, namun mari kita pikir, kita rasa, dan kita tentukan pilihan kepada calon yang kredibel dan takut kepada Allah, yang juga berkata benar. Semoga Allah memilihkan untuk kita pemimpin yang mampu menegakkan hukum dengan adil. So, let’s make a choice. Tidak memilih adalah sebuah pilihan, tapi saya sendiri tidak akan membiarkan orang lain memilihkan pemimpin untuk saya 😀

Sungguh Pria yang amat menginspirasi!

Saat ini aku ingin mengungkapkan sepenggal kisah tentang seseorang yang aku hormati, aku kagumi, dan aku sayangi. Aku tidak memiliki ikatan darah, namun chemistry yang terjalin antara aku dan dirinya begitu kuat. Bukan bukan, bukan kekasih aku. Secara aku kan masih jomlo, lol… Sebenarnya aku tidak suka membicarakan atau menilai seseorang, khawatir keliru karena aku tidak punya kapasitas sebagai seorang penilai. Tapi untuk seseorang yang inspirator seperti beliau adalah pengecualian.

Bernama lengkap Yanto Ariyanto, adalah seorang ayah dari dua orang putra yang luar biasa. Awal mula bertemu beliau, adalah ketika sore hari hujan lebat di perumahan Rajamandala PTPN VIII untuk survey lokasi penelitian. Walaupun baru pertama bertemu, beliau tidak ragu dalam membantu orang lain. Walaupun sekilas berwajah galak, faktanya beliau sangat penyayang.
Pak Dosen, begitu aku menyebutnya adalah suami dan ayah yang sangat luar biasa. Selain itu, beliau juga merupakan teladan yang baik bagi para bawahannya. Tidak ragu melakukan pekerjaan bahkan yang sulit dan berat sekalipun. Aku tertarik untuk bertanya:

A: “Bapak koq mau susah-susah ikut kerja?”
PY: “Ya biarin dong, biar tau rasanya kaya gimana, dan bisa memberi contoh yang baik. Biar pekerja pada semangat”.
A: “oh iya iya” sambil manggut-manggut.
PY: “Apa manggut-manggut, dasar Jinong! Nih terusin” Timpalnya sambil menyerahkan garu kakao dan tertawa riang.
Begitulah beliau yang memang suka usil namun bertujuan baik

Pak Yanto juga memiliki kecerdasan superior, aku sering menyebutnya Genius. Beliau bahkan menciptakan rumus perhitungan error di Microsoft Excel, dan memiliki score tertinggi saat psikotest yang diadakan di kantornya. Walaupun tingkat pendidikan beliau tidak tinggi, namun bagiku Pak Yanto itu sudah setingkat professor. Bagaimana tidak, beliau itu serba bisa dan menguasai bidangnya. Tapi ini di belakang beliau lho ya, gengsi aku mengakui kehebatannya, karena kami terbiasa saling mengejek untuk memacu semangat :D.
Pak Yanto memiliki istri yang keren, namanya ya Ibu Yanto. hehe.. Jika penelitian sedang rehat, aku sering mengobrol dengan Ibu cantik itu. Ibu Yanto klo memasak itu rasanya, wuiihh top markotop deh.. Dan klo nyanyi, suaranya cetar membahana. Yaiyalah, secara beliau itu seorang sinden. Dibalik laki-laki yang baik, terdapat wanita yang baik itu terbukti benar adanya pemirsa 🙂

Saat ini sudah hampir lima tahun berlalu dan alhamdulillah silaturahim kami tetap terjaga. Beberapa waktu yang lalu, saat aku dan keluarga menghadiri pernikahan saudara di Cianjur, kami memutuskan untuk mengunjungi Pak Yanto dan keluarga di kediamannya. Luar biasa, kami masih saling mengejek dan mem-bully. hehe.. Well, beliau adalah pribadi yang luar biasa, sangat menginspirasi. Sebelum pulang, aku sempatkan berfoto dengan keluarga beliau yang sudah kuanggap seperti keluarga sendiri. Check it out! 🙂

Image
Keterangan dari kiri ke kanan: Pak Genius, Dek Lucky, Ibu Yanto, dan si Jinong 🙂
Camera: Nokia 206 (Hanya handphone-ku ini yang memungkinkan saat itu, hehe – low resolution but quite good)

A beautiful Dancing Tree

A beautiful Dancing Tree

When I first saw this tree, I yelled “wow”. She seemed want to show me that she can dance.

Me: Wow. You can dance?
Tree: of course. See how I wiggle my hips
Me: Awesome
Tree: see also something redness all over my body. am i sexy?
Me: Yes, even sexier than me.
Tree: Ah, but you’re more enchanting and interesting than me.
Me: Really?
Tree: Absolutely. Even you have a very beautiful pair of legs that could take you go to any place that you like.
Me: (Thinking and smiling). Thanks to remind me. Let’s praise to our Lord.
Me: May i take your picture, sexy lady?
Tree: you must, darling!
Me: ^u^
——-

Bunder Mountain, Bogor, West Java, Indonesia –06/25/2013–

Great moment in Muara, Subang

I realize, I have little experience of traveling. However, every footstep that I carry on, is a gift from my Lord that I should be thankful for. And this is one of my life journey. In order to meet the task of studying, Me and my four friends were tasked to analyze the strategic commodities in the village of Muara, Subang. At that time we decided to analyze the tiger prawns. We live in home stay whose owner is mom with 3 sons.  We stayed there for about 40 days. Not only the science that we get, but also a new family. And I met a little boy who reminds me to someone in my past. Lol… This event took place in 2008 and we captured the photos with mobile camera both mine and my friend’s so the resolution is small.
Here they are…

Image
This is a shrimp pond in the village of Muara, the original condition is more beautiful than the photo. Come alone and grab the picture using the better camera 🙂

Image
The area is situated on the outskirts of the northern coast of Java. Farmers plant trees of mangrove to prevent abrasion of sea water.

Image
This is our home stay. Luxurious enough for the student like me. The average resident in the village of Muara does have a nice home, although there are still families which pertained to deficiencies. A good home is a measure of success there. However, many people are more accentuated the consumptive lifestyles compared the culture of saving.

Image
Well, this is our tiger prawn that we analyzed. This photo was taken at an auction of shrimp. The place was dirty and when the first came, fishy smell will probably interfere your sense of smell. But the place is the pulse of the economy of the community. This shrimp has a quite large size, it usually sent to the modern market or to fulfill export demand.

Image
This is it, my beloved team. I am the one who half standing in the center ^u^

Image

And this is the little boy who reminds me to someone. 😀
This handsome boy name is Iyan. He is the grandson of the owner of our home stay. He is smart and hyperactive. Sometimes very possessive, if he’ll take pictures with me, he never allow his cousin to take pictures with us, lol. hahaha …

A very great experience, give special color to my life. Thank you to everyone who involved in this moment and of course thanks to God who has brought me on this journey.