Let’s vote for a better Indonesia!

Setelah sekian lama menyimak kondisi menjelang pemilihan presiden pada tanggal 9 Juli 2014 besok, rasanya saya sampai pada titik ingin membuka suara. Bukan menyuarakan untuk memilih kandidat calon presiden tertentu, tetapi lebih kepada ajakan untuk membuka pikiran dan hati rekan-rekan semua dalam memilih pemimpin Indonesia 5 tahun ke depan.
Marak sekali black campaign, negative campaign bahkan pembunuhan karakter yang terjadi di berbagai media. Saya pribadi merasa kesulitan ketika mencari data atau fakta yang benar. Karena pemilik media masa pun banyak yang tidak netral dan memihak salah satu kandidat capres. Katakanlah ketika ada informasi yang benar di satu kubu, kemudian, dikatakan fitnah oleh kubu lainnya begitupun sebaliknya. Namun bagaimana jika yang dikatakan kubu lain itu adalah kebenaran padahal kita sudah memihak pada kubu satunya?.
Saya sendiri sangat sedih ketika banyak orang bahkan sekaliber trainer atau public figure bersikap amat fanatik terhadap calon presiden pilihannya dan mengabaikan kebenaran itu sendiri, bersikap sangat subjektif dan mencela calon presiden lainnya. Bukankah Allah SWT menyuruh kita untuk selalu berkata yang benar dan tidak mencela kaum yang lain:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar” (QS. 33:70)
“…Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)… (QS. 49:11).
“…Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian dari kamu menggunjing sebagian yang lain…” (QS. 49:12)

Dengan demikian, kita dituntut untuk membaca, mendengar, menganalisis, kemudian memutuskan mana informasi yang benar. Tidak lupa juga berdoa kepada yang Maha Benar supaya kita dibimbing untuk memilih pemimpin yang baik. Jujur, saya sebenarnya diliputi kekhawatiran dalam memilih karena ketidaktahuan dan keterbatasan saya. Saya khawatir memilih pemimpin yang dzalim dan tiran. Namun, kita semua diberikan akal untuk berfikir bukan?. Dan saya yakin ketika manusia membuat tipu daya, Allah pun membuat rencana yang lebih hebat (QS. 86:15-16).
Saya menyadari bahwa masing-masing dari calon presiden memiliki kekurangan, namun mari kita pikir, kita rasa, dan kita tentukan pilihan kepada calon yang kredibel dan takut kepada Allah, yang juga berkata benar. Semoga Allah memilihkan untuk kita pemimpin yang mampu menegakkan hukum dengan adil. So, let’s make a choice. Tidak memilih adalah sebuah pilihan, tapi saya sendiri tidak akan membiarkan orang lain memilihkan pemimpin untuk saya 😀