Pangeran Cinta

Setelah beberapa hari vacuum dalam menulis blog, malam ini aku berkeinginan kuat untuk menorehkan sebuah tulisan sederhana. Bagaimana memulainya ya, aku malu. Ah tapi aku harus menumpahkannya dengan tepat, jika tidak akan meluber dan menyebabkan keracunan (*apa sih 😀

Tentang jodoh pemirsa, aduh gimana ya. Aku sebenarnya bukan tipe melankolis, tapi akhir-akhir ini orang-orang di sekitarku mulai noticed dan sepertinya mulai terusik dengan kejomloanku, sehingga beberapa diantaranya ada yang geregetan sampai mencarikan aku jodoh. Jadilah aku sedikit kepikiran. Duh, terima kasih ya atas niat baik kalian, but just let me find him by my self with permission of Allah. Aku ga ngerti juga sih kenapa beberapa diantara teman, temannya orang tua, anggota keluarga jauh, sebegitu menggebunya mencarikan aku jodoh. Sebegitu mencolok-kah muka galau aku yang jomlo ini sampai mereka ikut heboh? 😀

Aku sendiri sebenarnya  menyadari betul bahwa usiaku sudah layak menikah, bahkan untuk ukuran perempuan Indonesia, aku udah kelewat mateng, he.. Tapi mau gimana lagi atuh ya, da usaha mah udah. Ada yang bilang aku terlalu pemilih, padahal memang aku pemilih tapi tidak terlalu, :P. Maksudnya kan baik, bagaimanapun juga pasangan itu harus dipilih dengan seleksi yang baik. Orang kerja aja untuk posisi tertentu diseleksi kan, trus orang mau sekolah juga ada seleksinya kan. Nah ini aku mau milih jodoh yang bakalan jadi teman kasurku tiap hari, yang memimpin aku dan anak-anak kelak, bagaimana tidak menjadikan aku untuk selektif dalam memilih?

Aku juga introspeksi diri sih, bahwa aku bukan wanita yang sempurna. Tingkat kecantikan rata-rata, kekayaan juga rata-rata, agama juga aku masih tetap berusaha menjadi lebih baik, hanya saja aku memiliki mimpi dan energi di atas rata-rata :P. Banyak kurangnya, sedikit lebihnya, tentunya dengan tetap mensyukuri apa yang telah Alloh anugerahi. Dengan demikian, aku juga mengukur diri, secara otomatis aku tidak akan memimpikan seorang Dude Herlino jadi pendampingku. Hehe…( *mimpi aja ngga loh..). Tapi yang jelas aku berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, yang pantas bersanding dengan seseorang yang sholeh yang Alloh pilihkan untukku. Banyak yang bilang, Alloh itu memberikan apa yang hambaNya butuhkan, bukan yang hambaNya inginkan. Itu berarti aku mungkin belum butuh suami untuk saat ini, lha wong tesis aja belum rampung dan setiap hari berkoar-koar minta disentuh :D. Jadi, tetap positive, dan lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan. InsyaAlloh ada jalan.

Aku mencari kamu yang mencintaiNya melebihi aku mencintaiNya, supaya kamu bisa mengajariku untuk lebih mencintaiNya.
Aku berharap bertemu kamu yang takut padaNya sehingga mengajariku untuk senantiasa tunduk dan taat pada perintahNya.
Aku memohon dijodohkan dengan kamu yang mencintaiku karenaNya sehingga bisa senantiasa bersabar dan bersyukur dalam mencipta keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah bersama nanti.
Dan aku berdoa semoga secepatnya dipertemukan dengan kamu wahai pangeran cinta, supaya orang-orang tidak sibuk menjodoh-jodohkan lagi, hihi.. Aamiin ya Rabbal’alamiin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s