First Step

Sekarang sepertinya lagi nge-trend tagline yang muda yang berprestasi, atau yang muda yang berkarya. Setelah aku menyaksikan bukti itu langsung pada acara RAMP-Red Agritech Festival one Step pada tanggal 2 Juni kemarin dan membaca sejumlah blog anak muda luar biasa, semangatku cukup terbakar untuk do something  yang berguna untuk orang lain. Mengingat selama seperempat abad ini aku belum melakukan sesuatu yang berarti, aku berfikir kira-kira apa yaa yang bisa dilakukan. Akhirnya aku berfikir untuk mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Memulai dengan hal-hal kecil, aku putuskan untuk menjadi pribadi yang memiliki keunggulan kompetitif (komoditas kali ya kompetitif.. :D). Sesuai dengan tagline yang aku tulis, I’m a soul with heart, body, and mind, maka aku harus setidaknya memberi satu porsi makanan pada masing-masing elemen yang aku miliki. Akhirnya aku mengeluarkan resolusi berikut: 1. Menulis minimal satu artikel per minggu di blog terkait dengan apapun menggunakan ulasan pribadi. Aku sering sekali mendapat masukan dan dorongan dari teman dan kakak kelas untuk menulis dan menuangkan pikiran. “Setidaknya itu yang bisa kita tunjukkan kepada keturunan kita bahwa kita pernah exist” imbuh mereka. Aku juga sepakat, namun seringkali rasa enggan itu muncul, jadi harus aku declare biar aku jujur dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Output tulisan tentunya harus diawali dengan input bacaan, jadi resolusi ini juga memacu aku untuk membaca. 2. Makan makanan yang bergizi, klo bisa empat sehat lima kenyang, eh.. sempurna. hehe..  Sepertinya ini simple ya, tapi merealisasikannya cukup berat untuk seorang mahasiswi yang berhemat membabi buta seperti aku. Ini juga dalam rangka pemulihan pasca alergi hebat yang aku alami beberapa waktu yang lalu. Kata dokter, aku tidak boleh makan ayam dan telur broiler, seafood, mie instan, dan bahan makanan dengan pengawet serta penguat rasa. Ya ampun, aku sudah tidak bisa menikmati beberapa kenikmatan dunia. Apa boleh buat, demi kelangsungan hidup yang lebih baik 😉 Fortunately aku masih bisa makan sapi (*inget Gumiho). 3. Untuk masalah hati dan jiwa, agaknya sulit diukur, jadi biar aku sendiri dan Dia yang tau, hehe.. Hmm, resolusinya segitu dulu cukup deh untuk tahap awal. Mungkin klo sudah terbiasa, nanti bisa ditingkatkan lagi levelnya,he.. Semangaat! You can do those things Fit. Bismillah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s